• Kegiatan Seminar SolidsWorks 1
  •  Kegiatan Seminar SolidsWorks 2
  •  Kegiatan Seminar SolidsWorks 3
  •  Gedung Fakultas Teknik UMT 1
  •  Gedung Fakultas Teknik UMT 2
  •  Gedung Fakultas Teknik UMT 3
  •  Gedung Fakultas Teknik UMT 4
  •  Gedung Fakultas Teknik UMT 5

Selasa, 11 Agustus 2009

Tugas Prilog


1. Menurut kodratnya manusia adalah makhluk sosial atau makhluk
bermasyarakat, selain itu juga terdapatnya akal pikiran yang
berkembang serta dapat dikembangkan. Dalam hubungannya dengan manusia
sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup bersama dengan manusia
lainnya. Dorongan masyarakat yang dibina sejak lahir akan selalu
menampakan dirinya dalam berbagai bentuk, karena itu dengan sendirinya
manusia akan selalu bermasyarakat dalam kehidupannya. Manusia
dikatakan sebagai makhluk sosial, juga karena pada diri manusia ada
dorongan dan kebutuhan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang
lain, manusia juga tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak
hidup di tengah-tengah manusia. Tanpa bantuan manusia lainnya, manusia
tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orang lain,
manusia bisa menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau bicara, dan
bisa mengembangkan seluruh potensi kemanusiaannya. Dapat disimpulkan,
bahwa manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, karrena beberapa
alasan, yaitu:

a. Manusia tunduk pada aturan, norma sosial.
b. Perilaku manusia mengaharapkan suatu penilain dari orang lain.
c. Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain
d. Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah - tengah
manusia.
2. Betul-betul diluar kepala...? (catetanku lenyap ditelan mesin cuci…
ccii…ci…Hiks!)
3. Organisasi sebagai sistem : Sistem adalah elemen atau unsur yang
merupakan satu kesatuan yang utuh yang saling membutuhkan, saling
ketergantungan, saling bekerja sama, dan saling keterkaitan agar suatu
tujuan tercapai. Adapun unsur dan elemen itu adalah :
a. Input
b. Proses
c. Output
d. Impact/Hasil
e. Outcome/Umpan Balik

Jadi organisasi merupakan suatu kesatuan dari unsur-unsur yang
terdapat didalam organisasi tersebut, untuk menghasilkan suatu tujauan
organisasi.
Organisasi Sebagai Pola :
Schein (1992) mendefinisikan organisasi sebagai suatu pola dari asumsi-asumsi dasar yang ditemukan, diciptakan atau dikembangkan oleh suatu kelompok tertentu dengan maksud agar organisasi belajar mengatasi atau menanggulangi masalah-masalah yang
timbul sebagai akibat adaptasi eksternal dan integrasi internal yang sudah berjalan cukup baik. Sehingga perlu diajarkan kepada anggota- anggota baru sebagai cara yang benar untuk memahami, memikirkan dan merasakan berkenaan dengan masalah-masalah tersebut.
Lengkapnya “A pattern of share basic assumption that the group learner as it solved its problems of external adaptation anda internal integration, that has worked well enough to be considered valid and therefore, to be taught to new members as the correct way to perceive, think and feel in relation to these problems”.( Schein, 1992:16) (ie. …….. ? )
Organisasis sebagai Proses Terstruktur :
4. Secara sederhana budaya organisasi dapat didefinisikan sebagai nilai-nilai dan cara bertindak yang dianut organisasi (beserta para anggotanya) dalam hubungannya dengan pihak luar. Secara umum, perusahaan atau organisasi terdiri dari sejumlah orang dengan latar belakang kepribadian, emosi dan ego yang beragam. Hasil penjumlahan dan interaksi berbagai orang tersebut membentuk budaya organisasi.
a. Unite Of Command
b. Subordinated Individual Interest
c. Hierarchy
d. Inisiative
5. Berdasarkan penelitian “Stanley E. Seashore” didapati hubungan kekompakan dengan produktifitas kerja :
a. Dalam organisasi yang kompak produktifitas individual akan meningkat.
b. Dalam organisasi yang kompak produktifitas kerja kelompok akan meningkat jika perilaku pimipinan mendukung/menunjang. (*Perilaku Kerja : “perilaku sesorang didalam menjalankan pekerjaan yang dibebankan kepadanya”).
6. Parameter yang digunakan untuk menunjukkan efektifitas dari suatu organisasi setelah tahun 1975 adalah sebagai berikut:
a. Adaptibility : kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan organisassi
b. Flexibility : kemampuan untuk bersikap fleksibel terhadap aturan organisasi yang ada .
c Productivity :
d. Satisfaction : kepauasan terhadap hasil yang dicapai, baik internal maupun external.
Sedangkan cirri-ciri organisasi yang sehat menurut “Frederick Herzberg” adalah :
a. Kebijakan dan sistem administrasi yang sehat (Policy & System Administration)
b. Sistem pengawasan yang sehat (Supervision)
c. Kondisi tempat kerja yang sehat (Work Environment)
d. Gaji yang sehat (salary)
Secara lebih jelasnya : Herzberg proposed the Motivation-Hygiene Theory, also known as the Two factor theory (1959) of job satisfaction. According to his theory,
people are influenced by two sets of factors:
Motivator Factors Hygiene Factors
• Achievement
• Recognition
• Work Itself
• Responsibility
• Promotion
• Growth
• Pay and Benefits
• Company Policy and Administration
• Relationships with co-workers
• Physical Environment
• Supervision
• Status
• Job Security
• Salary
He proposed several key findings as a result of this identification.
1. People are made dissatisfied by a bad environment, but they are seldom made satisfied by a good environment.
2. The prevention of dissatisfaction is just as important as encouragement of motivator satisfaction.
3. Hygiene factors operate independently of motivation factors. An individual can be highly motivated in his work and be dissatisfied with his work environment.
4. All hygiene factors are equally important, although their frequency of occurrence differs considerably.
5. Hygiene improvements have short-term effects. Any improvements result in a short-term removal of, or prevention of, dissatisfaction.
6. Hygiene needs are cyclical in nature and come back to a starting point. This leads to the "What have you done for me lately?" syndrome.
7. Hygiene needs have an escalating zero point and no final answer.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar